Wah makasih suhu
@jombloh sudah bring this up. Dulu pas suhu komplain abis2an ttg Miss FK, nubie nggak tau mesti komplain ke siapa karena nubie liat forum sepi2 aja dan akhirnya nubie pilih telan sendiri bareng anaknya semua cacian suhu. Berhubung suhu up disini, izinkan nubie berbagi opini dari PoV nubie ya :
Nggak ada yg akan menyalahkan suhu kalau misalnya suhu lebih nyaman jajan McD daripada makan steak premium atau omakase. Karena sejatinya resto fastfood chain besar itu sudah pasti punya : SOP baku, kualitas rasa + harga yg seragam dan terjangkau, lokasi mudah dijangkau dan siapapun bisa dtg kapan saja bahkan ada yg buka 24 jam. Tapi jika suhu membandingkan dan memaksakan pendapat suhu : rugi gw makan steak premium di resto A seharga 4jt. Mending gw makan di McD bisa 10-20x makan rasa lebih enak dll nah ini buat nubie adalah pemikiran kekanak2an dan nggak dewasa. Memaksakan org lain utk mengakui dan ikut mengiyakan McD daripada makan steak premium karena lebih murah dan (menurut suhu) lebih enak adalah sebuah kesesatan berpikir (logical fallacy)
Memang nggak ada jaminan 100% bahwa steak premium/omakase yg direview bintang 5 di google atau dapat Michelin star sudah pasti rasa, bentuk dan teksturnya cocok dengan selera dan lidah kita. Tapi kan dunia punya standar. Jika dari 10 review yg 9 bilang enak dan ada 1 org bilang failed (nggak enak), lalu yg manakah yg jadi standar acuan kita? Sedangkan 9 org ini adalah "food blogger" yg sudah berkali2 pesan menu TO premium referensi dari nubie, sedangkan suhu seingat saya baru 1x dan itupun lsg komplain habis2an. Nubie nggak paham apa agenda suhu tapi nubie hargai pendapat suhu. Makanya nubie hanya bisa diam dan tegur anaknya pelan2 biar nggak jatuh mentalnya.
Untuk kasus Miss FK ini, nubie sudah ekse sendiri dan ada video barbuknya dari 2-3 angle kamera (ada yg durasi panjang dari awal doi masuk kamar sampai doi selesai pakai baju, semua flirting, percakapan sampai foreplay dan doi dapat big O 4x dalam berbagai posisi). Cewek nggak akan big 0 berkali2 sama org asing yg baru dia kenal setengah jam lalu, kecuali dia emang jago bangun mood dan chemistry dengan kliennya. Nubie selalu pakai video tsb sbg acuan utk menjelaskan ke suhu2 yg berminat. Dan reviewmya semua 11-12 mirip, ada yg FR "lebih GFE daripada bini gue sendiri di rumah" "bisa bikin baper" dll
Sekali lg nggak ada jaminan kalau resto steak premium yg kita coba bakalan cocok rasanya dengan selera kita. Pas rasanya cocok pun bisa apes pas makan steakmya nggak matang, ketumpahan teh panas, keselip tusuk gigi, sakit perut sesudahnya dll. Untuk main di dunia beginian, seperti kata suhu
@espresso kita harus pandai2 me-manage ekspektasi kita. Nubie ada
share tipsnya disini jika suhu berkenan utk membaca
Akhir kata, berbeda pendapat itu wajar. Apalagi utk produk2 jasa yg tingkat kepuasannya bisa berbeda2 di setiap penikmatnya. Tapi kembali lagi, memaksakan dan membanding2kan sesuatu lalu memaksakan pendapat sendiri secara berulang itu sambil menggiring opini publik jg kurang bijaksana. Makasih